Dan herannya, dia tetap dapat bicara meskipun dot masih menempel di mulutnya. Walaupun kadang ucapannya jadi gak terlalu jelas. Sering kami sengaja, bilang kalau bicara dia harus melepas dot-nya. Atau dibilang, bila dia sedang menghisap dot, nanti gak keliatan cantik (dia itu genit lho..hihi..
). Nah..kalau sudah begitu, dia akan langsung melepasnya, atau membuang dengan cara seperti meludahkan dot itu hingga terpental jauh. Dan repotnya, kalau dot itu hilang, atau dia membuangnya entah dimana, tanpa sepengetahuan kami (padahal dia sendiri yang membuangnya, dan tuh bocah lupa pula tadi mbuangnya dimana), maka seisi rumah harus segera mencari. Di kolong kursi, di bawah lemari, di pojok ruangan, semua wilayah disusuri. Harus segera ditemukan kalau kami tidak mau mendengar jeritannya yang memekakkan telinga.. Bahkan bila dot itu tertinggal di rumahku, dan dia sedang ada di rumahnya, mau gak mau ayahnya harus mengambil dot itu ke rumahku, padahal jarak rumahnya lumayan jauh dari rumahku...ppyuuhhh..

Kalaupun dia sedang tidak menghisap dot-nya, biasanya dia mengganti dengan menghisap botol susunya, atau lain waktu jarinya dihisap juga.. susah sekali membuat dia bebas dari dot.
Sampai sekarang kami masih terus berusaha menghilangkan kebiasaannya menghisap dot. Entahlah, semoga saja bila Shafaa semakin besar nanti, akan ada rasa malu untuk tidak menghisap dot lagi.. ^_^
(tulisan iseng aja, karena bude-nya Shafaa lagi sebel denger jeritan dia minta dot :p)