Tadi pagi aku mengalami kejadian yang cukup unik. Seperti biasa aku selalu naik bus PPD 45 menuju kantor. Sebelumnya, dari PGC sempat aku harus mengejar bus tersebut dengan menyambung kendaraan mikrolet 06A rute Gandaria-Jatinegara karena sudah cukup tertinggal.
Akhirnya di JL. Mayjen Sutoyo, bisa juga aku naik 45..phiuhh… Gak sia-sia mengejar, bus masih dalam keadaan cukup kosong, mungkin baru sekitar delapan penumpang yang sudah ada didalamnya. Lumayanlah, aku segera duduk tepat di belakang supir bus, kebetulan disana sudah duduk seorang ibu. Jadi aku duduk di dekat jendela.
Bus masih belum berangkat, beberapa saat kami masih harus menunggu kemungkinan tambahan penumpang yang ingin naik alias ngetem. Ketika beberapa calon penumpang kembali mengisi bus, akhirnya kami dapat meneruskan perjalanan menuju arah UKI.
Banyak juga yang naik dari
Aku memperhatikan nenek tersebut. Dan aku melihat supir dan kondektur saling pandang dengan pandangan yang aneh sambil memperhatikan nenek yang baru masuk tersebut.
Entah apa yang difikirkan sang kondektur dan supir tersebut, yang jelas tiba-tiba terlintas di benakku “kenapa si kondektur dan supir saling pandang begitu ya? jangan-jangan karena si nenek gak akan bayar ongkos nih!”
Sejurus kemudian si nenek mencari kursi kosong yang terdekat dari depan, mungkin juga dia sudah duduk sekarang di belakangku, aku mengira-ngira. Kemudian kuperhatikan tiba-tiba kondektur bus mengucapkan kata “hadiah…hadiah…” tapi pandangannya sambil melirik si supir bus dan melirik ke arah kursi si nenek .
Tiba-tiba, tanpa diduga, si nenek berdiri dan menghampiri sang kondektur sambil mengambil sesuatu dari kantong kresek yang dibawanya dan mengeluarkan uang dua lembar sepuluh ribuan. Uang itu kemudian diberikan masing-masing sepuluh ribu kepada kondektur dan supir bus… Kemudian mereka bertiga berbincang sebentar sambil tertawa senang (yang lebih senang si kondektur dan supirnya...hehe..)
Rupanya mereka telah saling kenal.. O taulah aku.. rupanya si nenek memberikan uang tersebut sebagai hadiah kepada dua orang tersebut… dan si nenek langsung tau begitu si kondektur bergumam.."hadiah...hadiah..."...hihi...
Aku dan ibu yang duduk di sebelahku ikut tersenyum lebar melihat kejadian itu..
Yang aku menyesal, rupanya aku telah salah sangka dengan si nenek. Astagfirullahal adziim.. Ternyata, si nenek yang kukira gak akan bayar ongkos bus, justru memberikan uang hadiah lebaran kepada si kondektur dan supir bis…hiks… maafkan aku ya nek..
Jadi pelajaran yang dapat kuambil dari kejadian hari ini adalah “don’t judge the book by its cover”… alias klo mau beli buku jangan cuma liat covernya yaaa....hehehe…