Tuesday, 27 September 2011

Bahagia Dengan Buku

Pagi ini wajahku berseri-seri. Sumringah. Apa pasal. Buku yang kutunggu-tunggu sejak hampir sebulan yang lalu, akhirnya ada dalam genggamanku. Buku apa itu? Mungkin terkesan sepele. Bukan buku yang serius. Tapi buatku juga ini bukan sekedar buku main-main.

 


Buku pertama, adalah buku "Garden Style", berisi tentang model-model kebun dan fasad rumah ala Jepang (dan memang berbahasa Jepang...qiqiqi :p). Buku kedua adalah buku "Fabulous Gift Wrapping Idea", isinya tentang teknik membungkus kado, berbahasa Jepang juga, tapi instruksinya jelas, step by step.
Terus, tadi sewaktu bertemu dengan penjual koran yang ternyata sudah siap naik motor, jauh meninggalkan kiosnya begitu saja, tiba-tiba dia bilang,"Mba, majalah "Aulia"nya udah dateng tuh. Ambil aja, gak apa-apa (bayarnya belakangan)". Aku pun tersenyum lagi.
Dengan segera kuambil sendiri majalah itu dan ijin pada penjual minuman di sebelah kalau aku sudah disuruh ambil sama penjual korannya.
Tersenyum lagi.

Bahagiaku...

Cukup dengan buku-buku itu, hari ini aku sudah merasa bahagia. Bersyukur ^_^

Jadi... teman, apakah yang membuat kau bahagia hari ini?

Saturday, 27 August 2011

Kacang Telur


Siap dimakan... krriiuukk!!

Sepertinya sudah jadi tradisi di rumah, tiap kali menjelang lebaran, selain membuat kacang bawang, pasti kami juga selalu membuat kacang telur ini. Kalau belum bikin kacang telur di hari lebaran, rasanya kurang seru aja. Bikinnya gampang dan rasanya enak. Sengaja ditampilin gambar juga, supaya gampang jelasinnya. Frens..kalau ada yang mau coba bikin juga, silahkan ^_^....

Bahan :
- 2 kg kacang tanah yang ukuran sedang/kecil, yang masih ada kulitnya
- Gula pasir 1/4 kg
- Air 1 gelas
- Vanili 1 bungkus
- Garam 2 sendok makan penuh
- Telur 2 butir
- Penyedap rasa (royco) secukupnya saja/sedikit, boleh ditambah kalau suka (tapi saya jarang pake)

Cara membuat :
1. Air, gula, garam, vanili dimasak jadi satu, sampai cairan gula agak kental (tidak cair, tapi juga tidak terlalu kental (ganting)). Kemudian dinginkan.
2. Kalau cairan gula sudah betul-betul dingin, masukkan telur, dan aduk sampai telur tercampur rata dengan cairan. Cairan siap digunakan.
3. Ambil kira-kira sepiring kacang. Campur dengan 2-3 sendok makan cairan gula. Aduk-aduk sampai semua kacang terlumuri cairan gula (cairan jangan sampai berlebihan).
4. Bila kacang sudah terlumuri semua, letakkan kacang di atas terigu yang sudah disiapkan di atas tampah, aduk-aduk/campur kacang dengan terigu, sampai kacang yang semula lengket, jadi terpisah-pisah.
5. Ayak kacang dengan saringan yang lubangnya besar-besar, sampai kacang bersih dari terigu yang tersisa.
6. Letakkan kacang yang sudah diberi terigu, di tempat terpisah. Ulangi proses untuk kacang yang selanjutnya, hingga semua kacang habis.
7. Bila semua kacang sudah terbungkus terigu semua, ulangi prosesnya dari awal (diberi cairan, terigu, dan di ayak lagi).
8. Jadi prosesnya dua kali.
9. Kalau kacang sudah dua kali diberi terigu, maka kacang siap digoreng.
10. Hati-hati dalam menggoreng. Kacang ini istilahnya "mateng di darat". Jadi harus dicoba dulu, kira2 berapa lama untuk menggoreng (dengan api sedang). Seringnya ketika masih di penggorengan. kacang ini terlihat seperti belum mateng, tapi ternyata begitu diangkat, jadi hangus. Makanya harus dicoba, kira2 berapa lama menggorengnya.
Goreng kacang hingga terlihat kecoklatan ketika sudah diletakkan di piring/tampah (biasanya saya pake tampah yang dialasi koran).

Kacang ini, pada saat masih panas, memang terasa kurang garing. Tapi bila sudah dingin dan agak lama, akan terasa garing sampai ke dalam.
Selamat mencobaaa! ^_^

Ket : Model diperagakan oleh.... my emak :D... eh bukan cuma diperagakan sih, emang si emak yg bikin...wkwkwk...