Shafaa ini sangat senang menyanyi. Mungkin karena di rumahnya, orangtuanya selalu memutar vcd lagu anak-anak. Karena itulah Shafaa hafal beberapa lagu anak. Setiap waktu mulutnya hampir gak pernah berhenti berkicau (kadang pening juga kalau dia lagi teriak melengking..aduuhh.. perlu pake headphone harusnya nih.. btw, ketawanya Shafaa kayak suara Rahwana lho.. gak percaya? ya udah :p). Kalau gak lagi ngoceh, nangis, teriak-teriak, ya dia pasti lagi nyanyi. Dan gara-gara hobi nyanyi ini, ada kejadian lucu (atau miris ya?.. tau deh) yang diceritakan mamanya.
Shafaa ini mudah akrab dengan siapapun, termasuk dengan ibu tetangga sebelah rumahnya, yang selalu dipanggilnya Bude. Nah, Bude ini sangat senang mengajak Shafaa. Terkadang Bude mengajaknya ke pasar, sekedar jalan-jalan di depan jalan raya dekat rumah, atau diajak ke tempat lain. Bude ini punya anak yang sudah cukup besar, usia sekitar 13 tahun (sudah sekolah SMP) yang juga senang mengajak Shafaa bermain.
Nah, suatu hari. Bude dengan anaknya, namanya Rino mengajak Shafaa pergi menunggu Pakde yang belum pulang. Nunggunya di pinggir jalan, di depan toko percetakan dekat rumah.
Seperti yang kubilang, Shafaa ini hobi menyanyi, dimanapun dia nyanyi, dan juga gak pemalu anaknya. Jadi, walaupun di depan orang, kalau dia lagi mau nyanyi ya nyanyi aja tanpa mikir-mikir. Dan, pada saat sedang duduk-duduk di depan toko percetakan bersama Bude, Shafaa juga terus bernyanyi, bahkan sambil joget-joget. Mungkin kebetulan saat itu jalanan sedang tidak terlalu lancar, jadi kendaraan gak berjalan kencang. Sedang asyiknya Shafaa bernyanyi, tiba-tiba dari dalam kendaraan pribadi yang ukurannya besar (katanya Bude kendaraan Alphard), membuka pintu secara otomatis, dan keluarlah seorang ibu yang tiba-tiba menghampiri Shafaa dan memberi uang 5.000 rupiah. Budenya sempat bengong tanpa tahu kenapa si ibu tiba-tiba memberi uang, tapi diterima juga sama mas Rino uang itu, sambil mengucapkan terima kasih.
Sesampai di rumah, Bude bercerita pada mama tentang Shafaa dan uang yang diterimanya. Si mama tiba-tiba bilang,"Wah, jangan-jangan dikira pengamen anak ini.. hadeehhh.".. hehehe...
Antara ketawa geli dan melas juga, akhirnya si mama bilang sama Bude agar jangan membawa Shafaa duduk di pinggir jalan lagi..hehe..
Duuhh, keponakanku dikira pengamen (tepok jidat)..hehehe.. mungkin karena tampangnya memelas ya? hadeehh.. Liat aja tampangnya di bawah ini, memelas gak siy?