Showing posts with label shafaa. Show all posts
Showing posts with label shafaa. Show all posts

Thursday, 19 April 2012

Gara-gara hobbi nyanyi

Ini cerita tentang keponakanku, Shafaa. Akupun tau cerita ini dari mamanya.
Shafaa ini sangat senang menyanyi. Mungkin karena di rumahnya, orangtuanya selalu memutar vcd lagu anak-anak. Karena itulah Shafaa hafal beberapa lagu anak. Setiap waktu mulutnya hampir gak pernah berhenti berkicau (kadang pening juga kalau dia lagi teriak melengking..aduuhh.. perlu pake headphone harusnya nih.. btw, ketawanya Shafaa kayak suara Rahwana lho.. gak percaya? ya udah :p). Kalau gak lagi ngoceh, nangis, teriak-teriak, ya dia pasti lagi nyanyi. Dan gara-gara hobi nyanyi ini, ada kejadian lucu (atau miris ya?.. tau deh) yang diceritakan mamanya.

Shafaa ini mudah akrab dengan siapapun, termasuk dengan ibu tetangga sebelah rumahnya, yang selalu dipanggilnya Bude. Nah, Bude ini sangat senang mengajak Shafaa. Terkadang Bude mengajaknya ke pasar, sekedar jalan-jalan di depan jalan raya dekat rumah, atau diajak ke tempat lain. Bude ini punya anak yang sudah cukup besar, usia sekitar 13 tahun (sudah sekolah SMP) yang juga senang mengajak Shafaa bermain.

Nah, suatu hari. Bude dengan anaknya, namanya Rino mengajak Shafaa pergi menunggu Pakde yang belum pulang. Nunggunya di pinggir jalan, di depan toko percetakan dekat rumah. 

Seperti yang kubilang, Shafaa ini hobi menyanyi, dimanapun dia nyanyi, dan juga gak pemalu anaknya. Jadi, walaupun di depan orang, kalau dia lagi mau nyanyi ya nyanyi aja tanpa mikir-mikir. Dan, pada saat sedang duduk-duduk di depan toko percetakan bersama Bude, Shafaa juga terus bernyanyi, bahkan sambil joget-joget. Mungkin kebetulan saat itu jalanan sedang tidak terlalu lancar, jadi kendaraan gak berjalan kencang. Sedang asyiknya Shafaa bernyanyi, tiba-tiba dari dalam kendaraan pribadi yang ukurannya besar (katanya Bude kendaraan Alphard), membuka pintu secara otomatis, dan keluarlah seorang ibu yang tiba-tiba menghampiri Shafaa dan memberi uang 5.000 rupiah. Budenya sempat bengong tanpa tahu kenapa si ibu tiba-tiba memberi uang, tapi diterima juga sama mas Rino uang itu, sambil mengucapkan terima kasih.

Sesampai di rumah, Bude bercerita pada mama tentang Shafaa dan uang yang diterimanya. Si mama tiba-tiba bilang,"Wah, jangan-jangan dikira pengamen anak ini.. hadeehhh.".. hehehe...
Antara ketawa geli dan melas juga, akhirnya si mama bilang sama Bude agar jangan membawa Shafaa duduk di pinggir jalan lagi..hehe..

Duuhh, keponakanku dikira pengamen (tepok jidat)..hehehe.. mungkin karena tampangnya memelas ya? hadeehh.. Liat aja tampangnya di bawah ini, memelas gak siy?


Monday, 26 December 2011

DOT Shafaa

Sudah beberapa minggu ini kami semua sedang mengusahakan agar Shafaa (keponakanku) tidak menghisap dot (mpeng) lagi. Tapi rupanya usaha kami masih belum menampakkan hasil yang memuaskan. Beberapa kali kami coba menyembunyikan dot-nya, tapi akhirnya luluh juga, ketika Shafaa mulai menjerit-jerit dan menangis meminta dot-nya. Duh, sudah begitu, jeritannya nyaring dan melengking sekali, bikin kami semua sakit telinga dan kepala... Saya yakin sekali, tetanggapun bisa mendengar jeritannya dari rumah mereka masing-masing.

Dan herannya, dia tetap dapat bicara meskipun dot masih menempel di mulutnya. Walaupun kadang ucapannya jadi gak terlalu jelas. Sering kami sengaja, bilang kalau bicara dia harus melepas dot-nya. Atau dibilang, bila dia sedang menghisap dot, nanti gak keliatan cantik (dia itu genit lho..hihi..). Nah..kalau sudah begitu, dia akan langsung melepasnya, atau membuang dengan cara seperti meludahkan dot itu hingga terpental jauh.

Dan repotnya, kalau dot itu hilang, atau dia membuangnya entah dimana, tanpa sepengetahuan kami (padahal dia sendiri yang membuangnya, dan tuh bocah lupa pula tadi mbuangnya dimana), maka seisi rumah harus segera mencari. Di kolong kursi, di bawah lemari, di pojok ruangan, semua wilayah disusuri. Harus segera ditemukan kalau kami tidak mau mendengar jeritannya yang memekakkan telinga.. Bahkan bila dot itu tertinggal di rumahku, dan dia sedang ada di rumahnya, mau gak mau ayahnya harus mengambil dot itu ke rumahku, padahal jarak rumahnya lumayan jauh dari rumahku...ppyuuhhh..


Kalaupun dia sedang tidak menghisap dot-nya, biasanya dia mengganti dengan menghisap botol susunya, atau lain waktu jarinya dihisap juga.. susah sekali membuat dia bebas dari dot.

Sampai sekarang kami masih terus berusaha menghilangkan kebiasaannya menghisap dot. Entahlah, semoga saja bila Shafaa semakin besar nanti, akan ada rasa malu untuk tidak menghisap dot lagi.. ^_^

(tulisan iseng aja, karena bude-nya Shafaa lagi sebel denger jeritan dia minta dot :p)

Tuesday, 9 March 2010

Shafaa


Foto favoritku...
Walaupun gigi blum ada, tetap pede tersenyum lebar...
Adekku bilang senyumnya kayak aktor 'Robin Williams'....hehehe...

Ini dia keponakanku...sekarang ini dia lagi suka teriak2 dan merangkak.
Hobi : ngemil
^_^