Yup, betul, selama hidup dari kecil sampai sekarang, inilah beberapa hal konyol yang pernah kulakukan maupun kufikirkan. Ada yang tidak sengaja, ada yang karena ketidaktahuanku, Kalau diingat-ingat sampai sekarang, kadang membuatku tertawa sendiri... :)
1. Umur 5 tahun aku bersama seorang teman pernah membuat percobaan, makan nasi dengan susu kental manis. Dengan mengendap-endap ketika ibu sedang tidak ada di rumah, kami menyelinap ke dapur. Dalam bayangan kami, nasi plus susu kental manis, pasti enak! Hasilnya?? Yiak!! gak enak benerrrr....hahaaha... kapok!
2. Masih di umur yang sama, aku kembali membuat percobaan dengan teman yang sama (memang dia teman satu-satunya yang paling dekat). Dulu, setiap hari aku selalu memakai (tepatnya dipakaikan ibu...:p) bedak bubuk merk Viva (bukan iklan looohh!). Aku memakai bedak yang berwarna agak kecoklatan. Dengan keterbatasan ilmuku yang masih bocah waktu itu, terfikirlah di otakku... "oooh bedak viva itu mungkin terbuat dari batu bata merah yang ditumbuk".. maka pada hari itu, aku dan temanku itu sibuk menumbuk batu bata di depan rumah. Sampai haluuusss kutumbuk itu batu bata... Setelah halus, aku dan temanku langsung mengoleskannya di wajah kami masing-masing. Kesimpulanku dan temanku waktu itu : yap, beneran ternyata bedak viva itu bikinnya dari batu bata....hahaha...
3. Umur 6 tahun, aku senang memperhatikan anak-anak yang sedang berjalan menuju sekolah mereka (waktu itu aku belum sekolah, dan tiap pagi aku selalu berdiri di pinggir jalan memperhatikan mereka.. pingiiin sekolah...hehe..). Aku lihat mereka memakai dasi. Kupikir, apa itu yang menggantung di bawah kerah mereka? Gimana cara menempelnya? Kok bisa ya? Aku tetap gak bisa menjawab, dan tak bertanya juga pada orangtua. Sampai akhirnya ketika aku mulai sekolah, aku tahu sendiri kalau itu dasi dan cara memakainya ya disangkutin pake karet...hehehe...
4. Umur 13 tahun, waktu itu pelajaran jam pertama di kelas satu SMP adalah olahraga. Kebetulan hari itu aku agak terlambat datang. Karena aku sudah memakai kaos olahraga sejak dari rumah, jadi dengan terburu-buru aku tinggal membuka saja baju seragamku tanpa berganti kaos lagi. Tepat ketika aku telah membuka baju seragamku, teman-teman yang kebetulan belum berkumpul di lapangan olahraga, tertawa terpingkal-pingkal sambil menunjuk kaos belakangku. Aku jadi penasaran, sambil menanyakan temanku mengapa mereka mentertawakanku. Ternyata hari itu aku memakai kaos olahraga SD, yang warnanya sama-sama biru (kebetulan kaos itu kubeli sewaktu di kelas 6, jadi masih lumayan baru). Dan kebetulan juga badanku waktu itu tergolong kecil, jadi masih cukup muat ukuran badanku untuk memakai kaos itu...hehehe... dengan setengah malu dan diiringi tertawa teman-temanku dan guru olahraga, akhirnya aku segera minta ijin pada guru untuk pulang dan memakai kaos olahraga SMP....haduuhh...:p