Tuesday, 10 May 2011

yang biru & hijau




Assalamu 'alaikum,
Bu Ping, ini bros dan pendant yang aku punya yang warna hijau dan biru. Yang mana yang ibu taksir? kalau gak ada yang ditaksir disini, berarti mungkin aksesoris punya temanku, nanti aku tanyain ke temanku ya bu ^_^...

makasih
samsiah

Sunday, 8 May 2011

@Rumah Jambuluwuk, 5-6 Mei 2011


lantai atas, with roommate

Hari Kamis-Jum'at, tepatnya tanggal 5-6 Mei 2011 yang lalu, aku ditugaskan kantor untuk mengikuti training pengisian administrasi laporan bulanan yang diadakan oleh PT.Jamsostek di Rumah Jambuluwuk, Ciawi, Bogor.

Setiap perusahaan mengirimkan seorang wakil. Walaupun kami baru bertemu pertamakali di tempat itu, tapi herannya, suasana tampak begitu akrab, seolah kami sudah sering bertemu.

So, silakan melihat-lihat keceriaan kami di sana, diantara tugas yang harus dilakukan.
Jadi pengen ketemu lagi dan main ke Rumah Jambuluwuk lagiiii...hehe...
Missed u frens ^_^

Tuesday, 3 May 2011

Inacraft 2011


Nanda sibuk dengan kawat-kawat gantungannya.

Alhamdulillah, Inacraft 2011 yang berlangsung sejak tanggal 20 April sampai dengan 24 April 2011, telah berakhir. Dari event ini, banyak pelajaran berharga yang kudapatkan. Selama ini aku hanya mendengarkan teori bahwa berjualan itu memerlukan kegigihan, kesabaran, kepasrahan kepada Allah SWT. Ternyata, ketika kita menjalaninya secara langsung, pandangan kita pada teori itu menjadi berbeda. Kegigihan yang dimaksud adalah bahwa kita tak boleh menyerah. Kesabaran benar-benar diuji dan kepasrahan kita benar-benar dipertaruhkan. Bahwa rejeki yang kita dapatkan benar-benar tergantung pada kemurahan Allah SWT. Benarlah bahwa dikatakan pengalaman itu adalah guru yang sangat berharga. Dari menjalaninya secara langsung, aku mendapatkan pelajaran berharga itu.

Terima kasih buat teman-temanku satu tim, Amy, Fita, Mba Rere dan Nanda yang telah bekerjasama dengan baik dan solid. Semoga kita bisa bekerjasama lagi di lain kesempatan. Terima kasih juga buat Rangga (Amy's fiance), tanpa bantuannya kita gak bisa membuka dan menutup stand setiap hari. Semoga kebaikan teman-teman semua dibalasi dengan kebaikan yang lebih baik dari Allah SWT.. Amiin..^_^

Thursday, 28 April 2011

The Royal Wedding


entah siapa yang mencoret bagian bibir Lady Di (atau mungkin aku sendiri? lupa juga..). Tapi untungnya masih kelihatan cantik ^_^

Tanggal 29 besok, seperti yang telah direncanakan Pangeran William dan Kate Middleton akan melangsungkan pernikahan. Dan sudah dapat dipastikan juga kalau stasiun televisi di seluruh dunia akan menayangkan pernikahan besar itu. Nampaknya hampir semua orang, khususnya masyarakat Britania membahas segala hal tentang pernak pernik pernikahan William dan Kate.

Melihat itu semua, aku jadi teringat dengan buku tulisku sewaktu masih di sekolah dasar. Waktu itu aku baru masuk sekolah dan seperti orangtua lain, emakku juga membelikanku beberapa buku tulis. Diantara buku-buku tulis itu ada buku-buku bergambar seorang puteri. Senang hatiku melihat gambarnya. Rupanya tepat di saat aku mulai sekolah itulah, bersamaan waktu dengan menikahnya Lady Di dengan Pangeran Charles, hingga mungkin ada produsen buku tulis yang sengaja mencetak cover buku dengan gambar-gambar pasangan kerajaan itu (bukan gambar artis seperti biasanya). Sewaktu kuterima buku dan kutanyakan pada emak, siapa orang yang ada di gambar itu... emak hanya menjawab kalau itu putri raja. Aku memandangnya. Cantik. Hingga beberapa tahun kemudian, ketika aku sudah lebih besar dan mengerti, barulah aku tahu kalau dialah putri Diana.

Dari beberapa buku bergambar Putri Diana (salah satunya ada yang sedang bergaun pengantin), hanya buku ini satu-satunya yang masih tersimpan. Yah lumayanlah, buat kenang-kenangan.

Trus kalau sekarang, ada gak ya cover buku tulis bergambar William & Kate?

[Lomba-My Silly Diary] Transformasi Buku Diariku




Seumur-umur aku cuma punya buku harian tiga buah aja, itupun sekarang semua sudah menjadi “mantan buku diari”. Dua yang pertama entah kemana, yang ada sekarang tinggal buku diari yang ketiga. Sebenarnya, sebagai seorang yang pemalu, sejak dulu aku gak terbiasa untuk menuangkan isi hati ke dalam buku harian. Kenapa? Khawatir dibaca orang. Aku terbiasa menelan sendiri apapun yang kualami. Atau biasanya kalau aku ada masalah, aku langsung curhat sama Allah layaknya aku berbicara pada seseorang. Kadang terkesan seperti orang yang lagi ngomong sendiri. Makanya ketika teman-temanku di SMP ramai-ramai memiliki buku diari yang cantik dengan segala pernak pernik dan foto-foto di dalamnya, aku gak terlalu tertarik mengikuti jejak mereka menuliskan isi hati di diari. Yang ada aku tulis beberapa jadwal pelajaran dan cerita tentang tingkah lucu teman-temanku di buku tulis sembarangan, istilahnya buku campur-campur. Tapi walau begitu inilah yang kuanggap buku harianku yang pertama.

Tapi menginjak SMA, pendapatku mulai berubah. Ini gara-gara aku naksir kakak kelas tiga, (waktu itu aku kelas satu…hehe… *dasar abege *). Berhubung gak bisa ngomong sama siapapun soal perasaan naksir ini (meskipun ngomong sama temanku sendiri), makanya kumerasa saat itulah waktunya aku membutuhkan buku diari. Dan ketika tanpa sengaja kutemukan buku agenda tahunan bekas, yang tentunya masih layak pakai (lengkap dengan kalender dan nomor telepon instansi setempat), jadi digunakanlah buku agenda itu sebagai tempat mencurahkan isi hati, Inilah diari yang kedua. Dibuku itu, selain menuangkan isi hati, ternyata juga pada akhirnya menjadi tempat menyimpan benda pemberian si kakak kelas, yaitu…….. sebuah permen vicks rasa mint berwarna hijau…

Jadi kejadiannya begini, suatu hari, di acara kemping PMR, si kakak kelas pernah membagikan permen kepada semua adik-adik kelasnya (bukan hanya aku yang diberinya). Berhubung waktu itu aku sedang naksir sama dia, maka sewaktu teman-teman yang lain langsung memakan permen itu, aku justru menyimpannya sebagai kenang-kenangan…hehe.. Dan sepulangnya ke rumah, aku langsung selipkan permen itu di dalam buku harian.

Seperti yang kubilang kalau aku gak terbiasa menulis di buku harian, jadi setelah episode aku naksir dengan si kakak kelas itu berakhir (namanya juga cinta monyet, gak jelas gitu deh, naksir dari jauh aja…wkwkwk..), maka buku harian itu juga mulai terabaikan. Gak pernah kubuka-buka, dan gak pernah bertambah juga isinya. Bertahun-tahun kusimpan buku agenda itu tanpa kutengok sedikitpun, hingga hampir terlupakan .

Sampai suatu ketika aku sedang membereskan buku-buku lama, kutemukan kembali buku agenda itu, dan ternyata permen yang ada di dalamnya juga masih ada, tapi keadaan permen itu sudah berubah, yang tadinya permen itu padat, waktu kutemukan lagi itu permen, sudah menjadi cair…hehe… Kutimbang-timbang kembali, apakah permen itu mau dibuang atau disimpan lagi (gak mungkin dimakan, kecuali kalo mau keracunan),...buang…gak…. buang… gak… *ragu-ragu gak jelas*…. akhirnya kubuang juga permen itu. Kemudian kutoleh lagi isi buku agenda. Kubaca-baca kembali. Perasaanku jadi malu sendiri sewaktu membacanya. Gak percaya kalau itu aku yang tulis…(perasaan kok bukan gue banget yak! Pasti itu orang lain yang tulis...wkwkwk… *gak mau disalahin*). Jadi dengan tanpa rasa menyesal, akhirnya segera kusobek buku itu supaya gak ada yang baca…

Buku diari ketiga sengaja kubeli di toko buku. Niatnya juga bukan untuk menulis diari, tapi semata-mata karena aku tertarik dengan penampilan bukunya. Kertasnya tebal, isinya berisi gambar-gambar pemandangan dan juga foto-foto yang artistik. Sampulnya juga berwarna hijau muda yang adem dan ditutup dengan cover plastic, membuatku yakin pasti buku ini bakalan awet. Sampai beberapa waktu lamanya buku ini gak pernah ditulis apapun, hanya dibolak balik dan dipandangi isinya yang berisi gambar-gambar. Hingga ketika suatu hari kubutuhkan buku itu untuk menuangkan perasaan, buku diari itupun kembali memainkan perannya. Sampai sempat berlembar-lembar kuisi, lama kelamaan aku mulai gak konsisten menulisnya.. Si Buku Diari pun mulai sedikit terlupakan (Cuma berbulan-bulan gak kutengok, gak sampai tahunan lagi kok..:p).

Tapi sewaktu aku sadar kembali untuk menulis buku diari itu, dan mulai membaca-baca dulu isinya sebelum ditambah lagi dengan tulisan yang lain, penyakit lamaku kembali muncul. Kembali aku merasa malu membaca apa yang ada di dalamnya. Aku khawatir ada orang lain yang membacanya. Dan pada akhirnya, seperti sebelumnya, sebagian isinya yang telah ditulisi, segera kugunting dan kusobek.

Bedanya, kali ini aku merasa menyesal telah menggunting buku itu. Pasalnya bukan menyesal karena tulisanku telah dibuang, tapi menyesal karena buku itu, yang semula utuh, kini hampir sebagiannya jadi gak utuh, banyak bagian yang kurobek dan menyisakan ruang kosong didalamnya kalau ditutup. Aku menyesal karena gambar-gambar bagus yang ada di dalamnya juga terbuang. Aku merasa sayang pada gambar-gambarnya. Sempat jadi sebel sama diri sendiri. Tapi setelah difikir-fikir, tiba-tiba timbullah ide di kepalaku. Supaya buku itu gak akan dirobek lagi dan tetap awet sampai kapanpun, aku gak akan menggunakannya sebagai buku diari, tapi buku itu kugunakan untuk menulis resep-resep masakan yang pastinya akan selalu aku gunakan sewaktu-waktu dibutuhkan. Dalam buku itu sengaja kutulis resep yang paling aku sukai dan aku yakin paling mudah untuk dipraktekkan. Jadi, begitulah, buku diariku telah berubah fungsi. Bertransformasi dari buku curhat, menjadi buku resep.. Sampai sekarang buku itu selalu kubuka kembali kalau aku mau bikin kue, terutama ketika lebaran menjelang..
Karena kusimpan resep andalanku didalamnya ^_^..

*tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba di sini : http://aghnellia.multiply.com/photos/album/46/Lomba-My_Silly_DiarySi_Merah *